Plagiatisme dalam Ngeblog

Sebelum saya mulai mengisi blog saya ini dengan tulisan-tulisan, saya jalan-jalan dulu ke blog lain untuk cari informasi soal plagiatisme dalam nge-blog. Saya tidak ingin ketika blogging, saya tanpa sengaja melakukan copy paste ilegal. Bisa-bisa belum apa-apa sudah dikecam dulu oleh orang-orang se-dunia blogging ๐Ÿ˜€ , plagiatisme kan melanggar HAM. Selain itu kasihan juga kan ada blogger yang susah-susah menulis sesuatu yang orisinil, eh ada blogger lain yang seenaknya aja main kopas (copy paste). Bayangkan kalau kita yang jadi blogger pertama tadi, pasti tidak rela dong.


Plagiatisme dalam nge-blog terbagi dalam dua jenis, yaitu plagiatisme yang disengaja dan plagiatisme yang tidak disengaja. Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas mengenai plagiatisme yang pertama karena jelas-jelas melanggar HAM. Sebaliknya, saya akan membahas mengenai jenis yang kedua yakni plagiatisme yang dilakukan dengan tidak disengaja.

Membuat tulisan untuk isi blog adalah aktivitas yang beresiko sekali membuat kita, para blogger, melakukan plagiatsme tanpa kita sadari. Melakukan plagiatisme secara tidak sengaja biasanya banyak dilakukan oleh newbie blogger atau blogger baru, tapi juga tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh blogger yang sudah lama blogging tapi masih tidak banyak tahu soal kopas ilegal ini.


Menuduh seorang blogger melakukan plagiatisme sebaiknya tidak sembarangan. Jika kita menemui hal tersebut, kita konfirmasi dulu ke blogger yang bersangkutan. Kalau blogger tersebut mau diingatkan, syukur, tapi kalau tidak peduli dan tidak tahu-menahu soal itu, ya sudah, setidaknya blogger tersebut sudah diingatkan. Ketidakpedulian tersebut bisa juga diartikan bahwa blogger tersebut dengan sengaja melakukan plagiatisme.

Untuk blogger yang melakukan plagiatisme yang tidak disengaja dapat dibagi lagi menjadi dua:

  • Blogger yang tidak tahu bahwa dirinya melakukan plagiatisme karena dia memang tidak melakukan hal tersebut. Hal ini mungkin saja terjadi. Sebagai contoh, blogger A memiliki pemikiran atau pendapat yang sama dengan blogger B dan tanpa sengaja pula menuliskannya dalam kalimat yang sama persis dengan blogger B. Karena blogger B lebih dulu menuliskan kalimat tersebut dalam salah satu postingannya, maka yang dituduh menjadi plagiat adalah blogger A. Sebaliknya andaikata blogger A lebih dulu menuangkan lebih dulu kalimat tersebut dalam postingannya, maka yang dituduh menjadi plagiat adalah blogger B.
    Menghadapi hal seperti ini, yang diperlukan adalah sikap saling pengertian. Berdasarkan contoh di atas, karena blogger B yang lebih dulu menuliskan kalimat tersebut, sebaiknya blogger A merubah kalimatnya sehingga tetap bermakna sama tapi dengan kalimat yang berbeda.

  • Blogger yang tidak tahu bahwa dirinya melakukan plagiatisme karena dia memang tidah tahu soal plagiatisme dan sejenisnya. Untuk yang satu ini, blogger tersebut bersalah juga, kenapa tidak cari tahu sebelumnya. Akan tetapi kesalahan ini tidak bisa dilimpahkan sepenuhmya kepada blogger tersebut. Ketidaktahuan blogger tersebut menjadi tanda bahwa seruan anti plagiat masih belum merakyat di dunia blogging. Terwujudnya aktivitas blogging yang โ€˜bersihโ€™ akan tercapai jika semua lapisan di dunia maya ini berperan serta.

Cukup sekian artikel saya tentang plagiatisme kali ini, semoga berperan dalam turut serta mengkampanyekan anti plagiatisme. Untuk ke depannya, saya harap teman-teman blogger mau saling mengingatkan kalau-kalau di kemudian hari tanpa sengaja saya melakukan plagiatisme juga.

Plagiatisme dalam Ngeblog | ayas | 4.5
2 Comments
  1. 12 years ago
    website dunia veteriner

    Salam kenal …
    Benar sekali, plagiatisme justru kadang menjadi momok tersendiri bagi blogger. Kita kan tidak selamanya harus menjadi wartawan, tetapi cukup dengan gaya tulisan kita sendiri sedangkan infonya berasal dari situs berita yg memang punya wartawan.

    salam kunjung ..

  2. 12 years ago
    eka dirgantara

    kalau misalnya kita mengcopas tulisan orang lain…contoh postingan saya yang mengcopas pendapat orang tentang bisakah hantu ditangkap kamera, tetapi saya isi darimana saya mendapatkan artikel itu…nah kalau gtu bisa disebut Plagiatisme? terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *