Chicken Soup for the Couple Soul

Kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai isi sebuah buku yang berjudul Chicken Soup for the Couple Soul. Yap, ini salah satu buku dari rangkaian buku bertajuk Chicken Soup. Awal saya membaca rangkaian buku ini karena tertarik kata soup nya tadi. Hmm… kedengarannya enak. He he he food oriented banget ya…


Baik kita kembali ke jalur utama. Dari judulnya, sudah bisa diperkirakan kalau isinya tentang pasangan. Membaca buku ini membuat kita masuk ke dunia yang penuh cinta sejati. Jadi kalau tidak percaya cinta sejati antarmanusia, mendingan buruan baca buku ini. Seperti halnya buku-buku Chicken Soup lainnya, buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah. Sekarang saya akan menceritakan dua kisah yang menurut saya cukup menarik. Yah sengaja cukup dua saja, biar penasaran dengan kisah–kisah lainnya yang tak kalah bagus. He he………… 😉


Kisah yang pertama tentang sepasang suami istri. Sang suami sedang sekarat dan tidak lama lagi akan meninggal. Selama hidupnya sang suami tak pernah sekalipun mengucapkan I love you pada istrinya. Dia hanya membantu dan melindungi sang istri tersebut. Sang istri adalah seseorang yang sering teledor, dia selalu keliru dalam mengenakan cincin kawin dan cincin pertunangan. Si suamilah yang selalu membetulkannya sebagai bukti sayangnya. Ketika sang suami sedang sekarat, sang istri menungguinya, berharap ada pesan terakhir yang akan disampaikan oleh suaminya dalam tidur panjangnya. Dalam ketidaksadarannya alias koma, sang suami tersebut masih sempat-sempatnya membetulkkan letak cincin di jari istrinya dan ternyata itulah pesan terakhirnya.


Kisah yang kedua, ada seorang perempuan dan suaminya menghabiskan waktu mereka duduk-duduk sambil ngobrol di semacam resto. Perempuan ini bernama Anne dan suaminya bernama Bill. Dari mejanya Anne bisa melihat ada sepasang suami istri lansia sedang duduk berdua di sudut resto, mereka tidak melakukan apa-apa, hanya menikmati hidangan yang ada di hadapan mereka. Pasangan lansia itu juga tidak sedang membicarakan apa-apa. Anne berpikir, sungguh aktivitas yang membosankan sampai-sampai mereka tidak tahu ngomong apa. Dalam hati Anne tidak ingin ketika dia dan suaminya sudah tua, mereka seperti itu.

Ketika akan pergi dari resto tersebut Anne melewati meja pasangan tersebut, dan tanpa sengaja dompetnya terjatuh di dekat meja mereka. Ketika dia membungkuk untuk mengambil dompet itu, dia melihat bahwa sepasang lansia tersebut sedang saling menggenggam tangan dibawah meja. Anne jadi paham kenapa mereka berdua diam, karena diam mereka perwujuda dari merasa nyaman satu sama lain.


Dari dua cerita ini kentara banget cinta itu nggak harus diucapkan secara lisan apalagi sampai teriak-teriak di lapangan atau lari nabrak-nabrak seperti di film India 😀 . Cukup dibuktikan dengan perbuatan. Mengutip sebuah ungkapan, apa yang dari hati pasti tembus ke hati 🙂 .

Untuk yang penasaran dengan berbagai kisah yang lain, silakan baca sendiri bukunya.

Chicken Soup for the Couple Soul | ayas | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *