Home » hobi » Manajemen Sederhana agar Hidup lebih baik

Manajemen Sederhana agar Hidup lebih baik

Salah satu ciri orang yang sukses adalah orang yang dari hari ke hari hidupnya lebih baik. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.


Nha, sekarang siapa sih yang tidak ingin sukses. Semua orang pasti ingin. Setelah menyepi di laut barat (hehehe lebaydotcom), kali ini saya ingin berbagi tiga manajemen sederhana agar hidup lebih baik. Saya juga sedang mempraktekkannya.


Yang pertama adalah manajemen waktu. Waktu ibarat pedang, kalo tidak hati-hati kita akan celaka sendiri karena tidak bisa mengatur waktu dengan baik. Berapa banyak waktu yang sudah kita lewatkan dengan sia-sia. Saya pernah mengalami sendiri seharian sibuk berat, tapi pekerjaan yang sudah mendekati deadline tidak ada yang beres, padahal seharian sudah sibuk!! Kecewa? Jelas. Apalagi deadline sudah menghantui. Jadi bertanya-tanya tadi sibuk apa saja koq tidak ada hasilnya.


Setelah browsing sana-sini, cara paling ampuh adalah skala prioritas dan meninggalkan perfeksionisme. Saya beli blocknote kecil yang mudah dimasukkan kantong celana. Saya tulis rencana saya untuk hari itu dan malamnya. Esoknya saya berusaha untuk menyelesaikan agenda yang saya buat tadi. Sering tidak bisa selesai dengan sempurna atau hanya separuh saja. Tapi setidaknya saya tahu bahwa kerjaan yang ini sudah dikerjakan. Itulah kenapa saya menyebutkan “meninggalkan perfeksionisme”. Jika saya kekeuh harus menyelesaikan sesuai agenda, padahal situasi tidak memungkinkan, itu akan mempengaruhi mood kerja. Endingnya malah tidak ada yang dikerjakan karena berusaha keras menyelesaikan kerjaan yang memang kenyataannya tidak bisa selesai hari itu.


Berikutnya yaitu manajemen ruang. Pengaruh ruang yang tertata rapi memang tidak langsung berpengaruh terhadap kesuksesan kita dalam hidup. Tapi coba bayangkan jika kita tidak bisa memanage ruang dengan baik, butuh berapa lama bagi kita untuk menyelesaikan laporan karena tadi setengah jam masih mencari file yang berkaitan yang terselip. Manajemen ruang ini tidak hanya mengacu pada ruang seperti ruang kantor, tapi juga untuk ruang-ruang lain yang sering kita sepelekan, misal ruang untuk alat tulis (kotak pensil), ruang untuk uang (dompet), ruang untuk berkas file (folder) dan lain-lain.


Yang terakhir adalah manajemen perasaan. Jika manjemen perasaan kita baik, manajemen sikap akan lebih mudah dilakukan. Kuncinya adalah apapun yang terjadi ikhlaslah dan berbahagialah. Dimarahi rekan kerja (padahal bukan atasan), ikhlas saja. Berat pasti, tapi ikhlas dan nrimo akan membuat perasaan kita lebih baik dan pikiran menjadi lebih jernih.

Semoga bermanfaat..

Print Friendly
Bagikan ya
tags: ,