Home » serba-serbi » Maaf, saya merayakan Hari Kasih Sayang bukan Valentine’s Day

Maaf, saya merayakan Hari Kasih Sayang bukan Valentine’s Day

Serupa tapi tak sama, ungkapan ini sepertinya cocok untuk mengambarkan istilah Valentine’s Day dan Hari kasih Sayang. Sekilas mereka memang sepertinya sama, tapi sebenarnya berbeda.


Memasuki bulan Februari, seperti biasa obrolan atau bahkan diskusi mengenai Valentine’s Day selalu hangat. Ada yang menyetujui dan juga merayakan hari Valentine ini, ada pula yangmenolaknya, dan juga ada yang cuek-cuek saja. Semua pihak memiliki alasan masing-masing yang menguatkan pilihannya.


Saya pribadi tidak masalah dengan adanya Hari Kasih Sayang, saya malah mendukung untuk ditetapkannya sebuah hari sebagai Hari Kasih Sayang. Menurut saya adanya Hari Kasih Sayang sama saja dengan adanya Hari Ibu, Hari Anak dan hari-hari istimewa lainnya. Dengan adanya Hari Kasih Sayang tidak berarti hanya di hari itu saja, kita saling berbagi kasih sayang. Sama halnya dengan adanya Hari Ibu, apakah dengan ditetapkannya Hari Ibu pada tanggal 22 Desember itu berarti kta menyayangi ibu hanya di hari itu saja. Atau kita berusaha membantu ibu (seperti memasak, mencuci, mengepel) hamya di hari itu saja. Tentu tidak bukan. Hari Ibu hanyalah suatu bentuk simbol betapa sosok ibu itu sungguh berarti besar dalam kehidupan kita. Sangat besar bahkan.


Dengan alasan seperti itu saya menyatakan bahwa saya merayakan Hari Kasih Sayang, tapi maaf bukan Valentine’s Day.


Ada beberapa alasan mengapa saya menolak untuk dikatakan merayakan Hari Valentine’s Day, disini cukup dua saja soalnya nanti pa……..njang :mrgreen: .

Yang pertama, jika dilihat dari artinya Valentine’s Day bukanlah hari kasih sayang melainkan Hari (milik)nya Valentine. Valentine disini tentunya teman-teman mungkin sudah tahu siapa dia. Iya Valentine yang dmaksud ini adalah St. Valentine.


Alasan berikutnya yaitu hari Valentine ini identik dengan berbagi kasih sayang hanya kepada lawan jenis, padahal kasih sayang yang sebenarnya menembus batas wujud fisik. Kasih sayang pada sesama, binatang serta pada lingkungan termasuk di dalamnya.


Lebih lanjut, momen Valentine’s Day ini sering dijadikan pelegalan bagi sesuatu hal yang tidak benar. Saya pernah membaca di sebuah koran bahwa perayaan Valentine oleh muda-mudi sering berakhir dengan sebuah ‘aktivitas ilegal’ yang dianggap sebagai sebuah ekspresi cinta pada pasangannya baik dalam bentuk yang sederhana maupun yang ekstrem.


Kasih dan sayang merupakan rasa yang istimewa yang dianugerahkan pada manusia. Sudah selayaknya kita ‘merayakannya’ dengan mempraktekkannya setiap hari dan tidak terjebak hanya pada perayaan simbolis. Kasih sayang itu untuk diwujudkan dalam sikap dan tingkah laku 🙂

Print Friendly
Bagikan ya
tags: , ,