Home » indonesian page » Hal-hal Yang Menyebabkan Sulit Rejeki

Hal-hal Yang Menyebabkan Sulit Rejeki

Saturday, February 4th 2012. | indonesian page

Bersabda Rasulullah SAW: “tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan, dan sesungguhnya lantaran perbuatan dosanya, rizki seseorang menjadi tertutup”

Dari hadits ini dapat diketahui bahwa perbuatan dosa itu menjadi sebab pintu rizki tertutup, khususnya dusta mewariskan kefakiran, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain yang dikemukakan secara khusus.

demikian pula tidur dipagi hari menahan rizki, dan terlalu banyak tidur mewariskan kemelaratan harta dan ilmu.

dan tidur dalam keadaan tubuh telanjang, buang air kecil dengan telanjang, makan dalam keadaan junub, makan dengan berbaring, membiarkan sisa makanan berserakan, membakar kulit bawang merah.

membakar kulit bawang putih, menyapu rumah dengan kain, menyapu dimalam hari, membiarkan sampah berserakan mengotori rumah, berjalan di depan sepuh, memanggil kedua orang tua dengan menyebut namanya, membersihkan sela gigi dengan benda kasar, mencuci tangan dengan tanah dan debu, duduk diberanda pintu, bersandar pada salah satu daun pintu, berwudhu di tempat peristirahatan, menjahit pakaian yang sedang dipakai, menyapu muka dengan kain, membiarkan sarang laba–laba didalam rumah, meringankan Sholat (tidak khusyu’ dan tertib), cepat-cepat keluar dari masjid setelah sholat subuh, berpagi–pagi berangkat ke pasar, menunda–nunda pulang dari pasar, membeli barang atau makanan dari fakir miskin yang meminta–minta, mendoakan buruk pada anak, meninggalkan wadah tidak tertutup, memadamkan pelita dengan tiupan napas, kesemuanya itu mewariskan kefakiran sebagaimana yang diterangkan dalam atsar.

dan demikian juga dengan menulis menggunakan pena rusak, menyisir rambut dengan sisir rusak, tidak mau mendoakan yang baik-baik kepada kedua orang tua, memakai sorban sambil duduk, memakai celana sambil berdiri, terlalu hemat atau terlalu berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta, bermalas-malasan dan menunda-nunda serta menyepelekan suatu perkara, setiap itu mewariskan kefakiran.

Advertisement