Alkisah proses membeli domain dan hosting

Mumpung masih segar dalam ingatan tentang awal-awal mencoba beli rumah sendiri alias hosting sendiri, saya ingin bercerita mengenai proses pembelian hosting dan domain.

Beli rumah sendiri ini asal muasalnya yakni saya terkena rayuannya bung badoer. Rayuannya memang cukup maut he he he… Dia bilang kalo punya rumah sendiri peluangnya lebih besar untuk menghasilkan income. Setelah pikir-pikir dulu, akhirnya saya putuskan juga untuk beli domain dan hosting. Awalnya, maunya sih hosting dan domain yang murah meriah. Tapi mana ada coba hosting yang murah tapi bener-bener meriah.

Belum paham betul soal domain dan hosting, saya banyak nanya ke sesama blogger, mulai berdatanganlah saran-saran dari rekan-rekan blogger tentang dimana sebaiknya beli hosting dan domain.

Ada yang menyarankan untuk beli ke luar negeri. Sebenarnya ini ide bagus soalnya harganya memang lebih murah dan katanya pelayanannya juga bagus, tapi saya masih belum bisa. Lha wong paypal aja belum diverifikasi. Tambahan lagi paypal saya waktu itu masih bersih sih sih. Belum ada satu dollarpun yang duduk-duduk disana :D .

Kemudian, ada juga yang menyarankan beli di dalam negeri saja. Memang harganya lebih mahal, tapi katanya bagus juga. Bisa ditebak dong tentunya saya memilih beli di mana. Yap, saya memutuskan untuk beli di salah satu web hosting dalam negeri.

Berdasarkan hasil googling dan juga browsing, sekaligus dengan mempertimbangkan saran-saran dari sahabat-sahabat saya, saya memilih untuk beli domain sekaligus hosting di sebuah web hosting di Bandung. (Soal ini saya ceritakan di postingan tersendiri saja ya.) Singkat kata, akhirnya terbelilah sebuah domain dan hosting :) .

Share this post

del.icio.us Digg it reddit StumbleUpon

13 Responses to “Alkisah proses membeli domain dan hosting”

  1. nich says:

    dari semua pengalaman saya dengan penyedia jasa hosting, emang yang luar memberikan pelayanan lebih (juga lebih murah)

    tapi bukan berarti saya sudah cobain semua hosting dalam negri, lho ;)

  2. tetetzet says:

    wkwkwk.. :lol:
    Yang baru beli domain dan hosting baru.. :) hehehe..

  3. badoer says:

    wew, mau nyari hosting pake muter2 mbak :D

  4. mochal says:

    waaah kapan yak punya hosting dan domain sendiri hix hux hax…..

  5. masarif says:

    slamat atas terlahirnya domain baru :) Tumpengnya, manna? :D

  6. nirmana says:

    http://www.ayasnotes.com
    nama yang indah seperti pemiliknya
    bukankan nama itu yang saya sarankan tempo dulu
    * weiss, ngaku-akunih gw*

  7. sibaho says:

    selamat ya… semoga bisa cepat menyusul :)

  8. annosmile says:

    dengan adanya domain dan hosting
    semoga tambah rajin ngeblog

  9. Salam kenal bu, sama-sama newbie nih. Saking newbienya, beli hosting ternyata mahal amat.

  10. PakGuruSd says:

    Selamat ya mbak, punya saya juga baru. Beli di dalam negeri aja nih saya :)

    Salam kenal….

  11. mo sedikit sharing aja, dulu setahun yang lalu saya gemar mencari domain hosting yg murah, alhasil setelah setahun domain berserakan dimana-mana kadang lupa hosting yang mana he he he.

    sekarang lagi mo ngumpulin menjadi satu hosting ternyata susah juga meski semua pake wordpress beberapa harus install ulang dan posting artikel dari awal CAPE DECH. demi efiesiensi gimana lagi sekarang dah mempunyai rumah yang besar unlimited 900rebu setahun cuma ya itu proses ini melelahkan dan bikin frustasi sempat terbayang alangkah indahnya kalo dari awal dah direncanakan dengan baik gak serabutan ….kalo boleh saran untuk urusan hosting ini emang kudu teliti dan terencana kalo mo serius make money di internet. ciao

  12. superdedys says:

    hahaha,,,
    postingannya based from a true story,,,

  13. [...] ini saya tulis salah satunya dalam rangka melengkapi postingan sebelumnya, salah duanya biar saya tidak lupa saja . Buat yang sudah jago soal hosting, postingan ini [...]

Leave a Reply